Bloge Wong SIASEM

Template Gaweane Dewek ( Iwan Arifudin )

Minggu, 13 Januari 2013

Suara Tangis Setelah Kematian Akibat Durhaka pada Orang Tua


Pada tahun lalu 2011, di desa saya gempar. Menurut cerita orang-orang yang menyaksikan sendiri kejadian itu, ada seseorang yang mati gentayangan. Setiap malam berkeliling desa sembari menangis kejadian itu berlangsung hingga hari ke tujuh meninggalnya orang tersebut. Setelah di cari tahu ternyata arwah tersebut adalah arwah anak tetangga saya, yang baru saja meninggal karna kecelakaan. Lalu saya mencari tahu, tentang bagaimana perilaku almarhum.

Nenek almarhum bercerita, bahwa cucunya, sebut saja Andi, baru saja minta di belikan sepeda motor baru, lantaran orang tuanya tidak punya uang, di tolaklah permintaan itu. Andi yang sudah kelewat ngebet ingin memiliki sepeda motor baru, melakukan berbagai cara agar keinginannya bisa dipenuhi. Andi mengancam orang tuanya, jika tidak dibelikan sepeda motor baru, maka dia akan keuar dari sekolahnya. Dan tidak ingin bersekolah lagi. Kasih ibu sepanjang masa memang benar adanya. Karna rasa sayangnya pada Andi, maka ibu dan bapak Andi mencari cara agar dapat membelikan sepeda motor anaknya. Diputuskan untuk menjual sawah mereka selama dua tahun. Lalu uang hasil menjual sawah itu di gunakan untuk membayar uang muka kredit sepeda motor.

Andi kelihatan senang, ingin pergi kemanapun selalu memakai sepeda motor. Setelah itu, Ibu Andi berinisiatif pergi ke malaysia, guna membayar cicilan sepeda motor Andi. Tak selang berapa lama, tepatnya seminggu setelah membeli sepeda motor itu, peristiwa naas terjadi. Saat Andi pergi ke rumah temannya memakai sepeda motornya yang baru. Ketika melaju di sebelah rumah makan, tiba-tiba Andi yang berboncengan dengan temannya menabrak gundukan tanah. Orang-orang yang melihat kejadian ini langsung histeris. Beberapa orang lainnya menghubungi keluarga Andi, ada juga yang memanggil ambulan. Andi dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Hanya dua jam di rumah sakit , Andi menemui ajalnya. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Masih ingat saat itu adalah musim kemarau panjang, tiba-tiba saja suara petir menggelegar, hujan pun turun sangat deras. Subhanallah, hujan dan petir menyambut jenazah Andi. Para kerabat Andi mencoba menghubungi Ibu Andi yang berada di Malaysia. Saat di beritahu bahwa anaknya meninggal, Ibu andi meresponya dengan datar-datar saja. “Doakan saja semoga ALLAH mengampuni dosa-dosanya.” Begitulah pesan Ibu Andi pada kerabat yang menelpon. Subhanallah, semoga Ibu Andi mau mengampuni dosa anaknya. Karena ridho kedua orang tua adalah riho ALLAH juga.

Dari kisah diatas, mari kita ambil hikmahnya. Betapa sayang dan cintanya orang tua pada anak nya. Maka hendaklah kita berbakti pada orang tua. Jangan menyakiti hati orang tua kita, karena murka orang tua berarti muka Allah juga. Sebelum terlambat, sebelum ajal menghampiri kita. Lakukanlah kebaikan untuk kedua orang tua kita. Jangan sampai kita terjerumus kedalam neraka karena durhaka pada orang tua. Kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang penggalah. Wallahu’alam Bishawab..[Putri] (151)

Please Give Us Your 1 Minute In Sharing This Post!
SOCIALIZE IT →
SHARE IT →
Powered By: BloggerYard.Com

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

KATA MUTIARA


tutorial blogger Indonesia